Langsung ke konten utama

Postingan

HASIL HUTAN NON KAYU

href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJunsxdZUvJ-FaQIVY4t2OEdl0rcbRWyQLdseJGKkZw-7yvjCYpDBhHZGx1JuIJUozpbWGmwzy2NVBygGzqKjm4nBRps7lua4OKkhNi9rKQXoev2WZl2bOWIXRC1QNaSVQLTGiVi8QEaA/s1600/91a.jpg"> PUJA HIRSAN MULYADI C1L 009 049 FORESTER POTENSI ROTAN SEBAGAI HHBK PROVINSI NTB Produksi hasil hutan bukan kayu yang paling dominan di Provinsi NTB adalah Rotan yaitu sebesar 414,83 ton. Produksi HHBK di Provinsi NTT didominasi oleh Asam, Kemiri, Madu, Sheetlak, Minyak Cendana, Rotan dan pinang, namun jumlahnya tidak diketahui secara pasti karena tidak adanya laporan dari Penerbit faktur HHBK, sedangkan produksi HHBK di Provinsi Bali tidak ada. Rotan dimanfaatkan oleh para pelaku industri lokal sebagai bahan dasar industri kerajinan/anyaman. Sentra industri kerajinan rotan banyak terdapat di Kabupaten Lombok Tengah. Rotan cepat tumbuh dan relatif mudah dipanen serta ditransprotasi. Ini dianggap membantu menjaga kelestarian hutan, kaerna orang l...

Kelembaban

kita akan mengenal lebih jauh tentang alat-alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban nisbi. Ada tiga macam alat yang kita akan bahas diantaranya : termometer bola basah dan thermometer bola kering, higrometer, dan higrotermograf. Dalam klimatologi pertanian, dari 3 macam kelembaban yang kita kenal yaitu kelembaban mutlak (absolute humidity), kelembaban spesifik (specific humidity), dan kelembaban relatif/nisbi (relative humidity). Biasanya kelembaban relataif/nisbilah yang banyak dipakai. Kelembaban relatif/ kelembaban nisbi udara (RH pada hakekatnya ) adalah nilai nisbiah antara uap air yang terkandung dan daya kandung maksimum uap air di udara pada suatu suhu dan tekanan tertentu, dinyatakan dalam persen (%) Dapat kita amati bahwa alat pengukuran kelembaban nisbi yakni higrotermograf memiliki banyak bagian dengan fungsinya masing-masing seperti drum arloji yang berfungsi sebagai tempat diletakkannya kertas grafik (tempat dilihatnya hasil kelembaban nisbi yang diukur)...